Segala puja & puji bagi-Mu... Selawat & salam buat yang tercinta SAW...

Al-Ghafir : 67
67. Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
Pagi ini aku masih gagah berdiri, bersembang & bergelak ketawa. Mungkin esok, mungkin lusa & mungkin sebentar lagi Izrail akan datang menjemputku.
Meningkatnya umurku, membuktikan waktu yang aku punyai makin kurang. Tapi, masih banyak tanggungjawabku yang belum terlaksana. Aku tidak tahu, mampukah aku melaksanakan tanggungjawabku itu?
Setiap tahun aku belajar, tidak kira tentang apa, tidak kira bagaimana. Namun, fatrah antara 19-20 tahun ku ini merupakan satu tahun yang aku banyak belajar, belajar mengerti apa itu kehidupan. Belajar untuk menghadapi diriku sendiri, belajar untuk menghadapi kegagalan, belajar mengenai realiti kehidupan sebenar. Semua ini tidak akan aku dapat di Jamiah, di dalam muhadharah.
____________________________________________________________
Aku terkaku melihat markah exam Histology ku, exam IKMAL. Terasa seperti hendak pengsan melihat angka tersebut. Kecewa, sedih, malu, bercampur baur semuanya. Tatkala itu, sahabatku merangkul bahuku, memberiku kata semangat. Hari itu, hari pertama di Jamiah, dan aku hanya menghabiskan sisa-sisa masa di Second Year ku hari itu di perpustakaan.
Pada awalnya, aku memang down, tidak tahu apa yang perlu aku lakukan lagi. Bagaimana untuk menghadapi sahabat-sahabat yang lain, tambahan pula aku punyai tanggungjawab yang sememangnya mewajibkan aku untuk berjumpa dengan sahabat-sahabat yang lain.
______________________________________________________________
Gagal, antara 'subjek' yang aku tasjil dengan bayaran yang 'sangat mahal', tidak mampu dibayar oleh pihak penajaku. Orang kata, gagal itu sebahagian dari proses kehidupan, tapi tidak ramai yang mampu untuk mengambil 'subjek' berkenaan, dan tidak ramai yang lulus dengan cemerlang dalam 'subjek' tersebut.
Salah satu artikel dalam Maqalah Tibb's Gazette terbitan Majlis Mahasiswa JUST, artikel yang berada di halaman kedua terakhir, menceritakan tentang seorang murid yang kecewa dengan kegagalannya & pergi berjumpa dengan gurunya meminta nasihat (boleh dirujuk di blog Hanis),
membuatkan aku kembali menyusun langkah.
Aku juga tertarik dengan artikel Abu Saif,
“what happen to you is not as important as what happen in you”.
Ya, memang gagal itu satu perkara yang berat, tetapi bagaimana aku menghadapi kegagalan tersebut lebih penting.
Sesetengah orang berasa kecewa & down setelah gagal, lantas mengabaikan segala-galanya. Lupa akan matlamat sebenar. Namun aku bersyukur kerana dilahirkan sebagai seorang muslim. Aku punyai-Nya untuk mengadu. Ramai yang gagal lupa akan segala kurniaan-Nya yang lain.
Andai aku gagal dalam Histology, aku tetap bernafas, tetap punyai kaki, tetap punyai tangan. Tidak cukupkah dengan itu?
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(Surah Ar-Rahman)
Ada antara mereka yang tidak menerima hakikat ini, lantas mengasingkan diri dari masyarakat, hidup mereka di dalam bilik, solat jemaah di masjid tidak, apatah lagi menghadiri program yang dianjurkan. Malu? Ya, malu... Satu lagi 'subjek' yang aku pelajari.
"Orang yang berjaya, adalah mereka yang mampu untuk berdepan dengan masyarakat."
Segulung, atau se'fail' ijazah & sijil belum tentu dapat memastikan kita mampu meniti kehidupan masyarakat. Abu Saif menulis di dalam artikelnya, tidak mudah untuk kita berhadapan dengan masyarakat ini. Bak kata pepatah Melayu, lain padang, lain belalang. Lain orang, lain pula ragamnya. Itulah hakikat sebenar kehidupan ini.
Pernah dengar cerita katak? Cerita ini turut terselit dalam salah satu keluaran maqalah Tibb's Gazette. Aku suka akan cerita itu, biarpun sudah beberapa kali aku membaca cerita tersebut sejak aku kecil. Biar aku tuliskan cerita ini semula:
_____________________________________________________________
There once was a bunch of tiny frogs, who arranged a running competition.
The goal was to reach the top of a very high tower. A big crowd had gathered around the tower to see the race and cheer the contestants.
The race began...
Honestly, no one in the crowd really believed that the tiny frogs would reach the top of the tower.
You heard statements such as
"Oh WAY too difficult!!!"
"They'll NEVER make it to the top!!!"
"It's too difficult, no one will make it!!"
More tiny frogs got tired & gave up, but ONE continued higher & higher. This ONE wouldn't give up!
At the en, everyone else had given up climbing the tower. Except for the ONE tiny frog, who, after a big effort, was the only one who reached the top.
Then all of the other naturally wanted to know how this one frog managed to do it?
A contestant asked and found out that the winner was DEAF!!!
(thanks to Tibb's Gazette editorial... =D)
__________________________________________________________
Cerita ini merupakan antara yang menjadi petunjuk dan aspirasi untukku. Biarlah apa pun persepsi negatif orang lain terhadapku, yang tidak membina, abaikan saja.
Terlalu banyak yang aku pelajari tentang kehidupan, dan masih banyak yang perlu aku pelajari.
Semalam aku tidur di rumah salah seorang seniorku, aku menonton cerita Jepun bersiri, mengenai masakan. Antara nama watak dalam cerita tersebut ialah Momoe Fujiwara yang bermaksud 'giving kindness' (menurut cerita tersebut) . Aku kembali berfikir, mungkin selama ini aku asyik menerima, dan kini, tiba masanya untuk aku memberi pula.
Semoga 'subjek' gagal & malu ini, dapat aku ajarkan pada sahabat-sahabat yang lain, agar mereka tidak perlu menghadapi 'ujian' yang belum tentu dapat dilepasi oleh semua orang...
Semoga dengan peningkatan umurku ini, membawa manfaat kepada diriku, juga kepada sahabat-sahabatku....
Wallaua'alam...
Ya Allah,
Jadikanlah hamba-Mu ini hamba yang bersyukur...
Terima kasih ya Allah...
Amiin...
-Syphoon-
Irbid, Jordan.
1217, 6 Muharram 1428
3 comments:
hem.hem.hem.tak mampu aku mengomen lagi.benar aja yg kamu tulis itu.
"..boleh jadi kamu membenci sesuatu, pada hal ia amat baik bagimu. dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (al-bqrh:216)
believe in urself. beri peluang pd diri untuk melihat dugaan sebagai satu kesyukuran..tanda kasih sayangNya yang tidak terhingga kepada makhluk ciptaanNya.
How kind He is.. Subhanallah :)
Dont give up!
takziatun ala husuli birrasib fi ihda madatik. fala tahin wala tahzan, in kunta tu'minun billahi warasulihi, laallaka tatafawwaq min jadid.
qaddarullah ma sya'a...fasbir wasobir, warobit, innallaha ma'a man yuhibbuh...
akhuk fillah...
Post a Comment